Pasar burung Ngasem sebenarnya hanyalah sebuah perkampungan biasa. Hanya saja, konon tempat ini merupakan sebuah sanau yang digunakan Sultan Hamengkubuwono II melakukan plesir melihat-lihat keindahan Kraton ketika itu.
Kini, bekas danau itu memang telah beralih fungsi menjadi pasar burung terbesar di Jogja dan Jateng dengan luas area mencapai 1 hektar.
Letaknya yang erada di pusat kota dan hanya berjarak satu kilometer dari Kraton Jogja sedikit banyak memberi keuntungan kawasan ini untuk dilirik wisatawan. Karena sekitar pasar burung Ngasem sendiri banyak dijual aneka macam kerajinan dan souvenir mulai dari kerajinan, batik, makanan dan oleh-oleh. Bisa jadi, karena lokasinya yang mudah dicapai, bagi wisatawan dari luar kota, pasar Ngasem ini menjadi sesuatu yang sayang kalau dilewatkan begitu saja.
“Tempat ini selalu ramai mulai jam 07.00 pagi hingga 17.00 sore,” terang Suharjiyono, seorang pedagang burung yang berhasil ditemui Exploring Jogja.
Menurutnya, Pasar Ngasem dulu memang bekas danau Kraton, tapi entah kapan, tempat ini kemudian beralih fungsi menjadi pasar burung. “ Sejak kecil sendiri saya sudah melihat seperti ini,” aku Suharjiyono yang setiap hari mangkal di pasar ini.
Begitu terkenalnya, hingga pedagang yang mengadu nasib di sini juga berasal dari luar Jogja seperti Muntilan, Temanggung, Magelang, bahkan Solo.
Bagi Suharjiyono, pasar Ngasem bukanlah sekedar tempat jualan aneka satwa dan fauna dari beo, podang, ciblek, kenari murai batu, ular, anjing, ikan, dan sejenisnya, tapi sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah. Sebab, daya tarik Jogja salah satunya berkat pasar burung Ngasem ini.
Bagi pengunjung dari luar kota bisa memakai kendaraan sendiri atau sewa becak dari Kraton dengan waktu tempuh hanya 10 menit menuju Pasar Ngasem.
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment




ada-ada aja lo..